Resensi

Ungkapan Rasa dari a.k.a (Bunda) Narni

Rasa kagum, rasa bahagia, dan rasa terharu, itulah yang saya rasakan saat anak-anak kami, siswa-siswi kami kelas IX SS 3 angkatan tahun 2011/ 2012 dapat mendokumentasikan naskah resensi dalam bentuk sebuah buku yang berjudul ‘Bunga Rampai Resensi Kelas XI SS 3 angkatan 2011/2012. Bagaimana tidak? Lama sekali, saya memimpikan dalam bentuk sebuah buku. Awalnya saya berpikir, impian saya hanyalah sebuah angan karena banyaknya kenadala yang menghadang. Alhamdulillah, impian itu dapat berbuah manis dan terwujud. Siswa siswi kami kelas XI SS 3dapat membuat sebuah karya monumental yang sangat spektakuler untuk kalangan siswa. Oleh karena itu, rasa syukur yang tiada terkira saya panjatkan kepada hadirat Illahi Robbi Sang Pencipta Alam Semesta, yang telah memberikan kemudahan kepada anak-anak kami, siswa siswi XI SS 3 sehingga anak-anak kami dapat menuangkan gagasan tertulisnya dalam bentuk resensi. Doa saya semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kesuksesan bagi kalian dan semua siswa SMA Negeri 1 Slawi, amin.

Walaupun hanya kumpulan sebuah resensi, karya ini tentunya merupakan karya besar. Di saat sebagian siswa merasa kesulitan menulis terlebih dapat mewujudkan dalam sebuah buku yang telah diterbitkan oleh penerbit adalah pekerjaan yang berat. Ternyata, siswa siswi kelas XI SS 3 begitu bersemangat menggelora dan termotivasi untuk mewujudkan sebuah karya yang begitu luar biasa. Saya menganggap ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Jika dibaca, dicermati satu persatu, resensi karya siswa siswi kelas XI SS 3 tidak lah kalah dengan resensi terbitan resensi koran atau pun media massa lainya. Bahasanya tertata indah, analisisnya begitu mendalam. Pada saat membaca dan mengoreksi karya siswa, saya baru sadar ternyata siswa saya, mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Kegigihan dan kesungguhan mereka dalam menghasilkan sebuah karya, sungguh merupakan prestasi yang prestisius.

Karya ini merupakan langkah awal untuk menunjukkan kepada semua bahwa bisa berkarya dari jalur manapun.

ImageBunga Rampai Resensi karya Siswa ini merupakan hadiah kado besar dan berharga bagi saya, gurunya. Saya tidak akan mengatakan, kumpulan resensi ini sempurna karena di sana-sini masih banyak ditemukan kesalahan. Namun, dari kesalahan itulah kita menjadi paham dan pintar. Oleh karena itu, teruslah berkaya, teruslah berkaya Nak !

Terimakasih untuk ananda Samsul Faruq, Julda Izhar yang sudah menjadi editor. Ibu tahu waktumu menjadi tersita karena setiap hari harus mereview tulisan tulisan yang masuk. Mengedit agar tulisan menjadi tertata rapi dan indah. Ibu bangga dengan kalian!

Tak perlu menghiraukan orang berkata apa yang penting kalian berkaya berkarya yang terbaik.Dunia akan menyapa mukelak dan mengenangmu jika kamu berkarya. Doa Ibu senantiasa mengalir, semoga kalian menjadi orang sukses berguna bagi bangsa, negara, agama dan keluarga, menjadi orang yang taat pada Allah, Rosul dan orang tua. Ibu bermimpi suatu saat nanti, kalian dapat menghasilkan karya besar untuk kemajuan bangsai. Amien.

SLAWI, 29 September 2011

                                                                                                                                                                                                           Sunarni

 

 

Petikan diatas adalah salah satu ungkapan dari seorang yang bangga dengan anak didiknya. Bunda Narni saya bahagia, kagum menjadi murid, teman,  sekaligus ibu yang mampu membuat saya (kami) merasa nyaman saat diajar. Pelajaran bahasa Indonesia dianggapnya sulit atau justru membosankan bagi sebagian kalangan siswa. Namun justru saya (kami) sangat senang sekali bila bertemu pelajaran bahasa Indonesia  tapi tidaklah untuk saat kuliah sekarang. Saya merasakan perbedaan sangat mendalam ketika Beliau mengajar dengan dosen saya sekarang. Saya merasakan atmosfer berlainan saat harus membandingkan (a.k.a) Bunda Narni dengan dosen yang notabene sudah jauh lebih baik pendidikanya dari pada seorang guru SMA. Bunda Narni tidaklah egois. Tidak menuntut para siswa untuk selalu meraih nilai baik saat ujian/ test. Melainkan justru beliau menekankan pada ‘prakteknya’ bukan teori. Dan itu menurut hemad saya sangatlah tepat. Setiap siswa yang mempunyai nilai jelek pada ujianya tetapi brilian pada prakteknya misal menulis, berbicara maka tidaklah usah khawatir dengan nilai di raportya karena sudah dijamin nilai 9 ditangan. Pengalaman.

Beliau (a.k.a) Bunda Narni tidaklah mendikte apa yang ada di buku, melainkan melepaskan ide liar  siswanya untuk selalu berkarya membuat sesuatu baru, kebrakan baru, atau justru seakan ‘membiarkan’  saya (kami) untuk melepaskan semua ide ide gila yang ada di otak untuk segera di tuangkan dalam sebuah tulisan. Tidak heran banyak tulisan tulisan hebad lahir dan  mampu menjuarai perlombaan perlombaan diberbagai ivent seperti lomba karya tulis, lomba essay dan lain lain. Saya telah merasakan kebahagiaan sampai sekarang. Berkat (a.k.a) Bunda Narni saya dapat menulis dengan baik tidak tergesa – gesa itulah yang beliau selalu sampaikan kepada saya.

Saat menjadi cover buku

Saat menjadi cover buku

Iklan